Skip to content Skip to menu Skip to search

Liputan

Sumber: Kompas, 5 Oktober 2007

Popularitas Yudhoyono Capai Titik Terendah

Posisi Jusuf Kalla Dilematis

Mulai maraknya pembicaraan tentang calon presiden untuk Pemilu 2009 dikarenakan masyarakat sudah mencari pemimpin baru. Hal itu terjadi karena terus menurunnya tingkat kepuasan mereka terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia yang dipublikasikan Kamis di Jakarta menunjukkan, hanya 35,3 persen responden yang menyatakan puas terhadap kerja Presiden Yudhoyono. Sebanyak 58,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas dan 6,3 persen responden menjawab tidak tahu.

05/10/2007 23:53
Sumber: Detik.com, 4 Oktober 2007

5 Capres 2009 Divisi Utama

Perlombaan untuk mencari kursi Presiden Indonesia 2009 sudah dimulai. Sejumlah orang telah siap untuk maju sebagai calon presiden (capres). Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI), ada lima capres 2009 yang masuk divisi utama. Berdasarkan survei LSI, lima tokoh yang masuk divisi utama itu terdiri dari tiga wajah lama dan dua wajah baru. Ketiga wajah lama yang mengikuti Pilpres 2004 adalah Megawati, Wiranto, dan Jusuf Kalla. Sedangkan pendatang baru yaitu Hamengkubuwono dan Sutiyoso.

05/10/2007 23:49
Sumber: Detik.com, 4 Oktober 2007

Istana Tak Terganggu dengan Survei LSI Denny JA

Istana Kepresidenan tidak terganggu dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang menyatakan tingkat kepuasan publik atas pemerintahan SBY-JK merosot drastis. Namun demikian tiap laporan hasil survei tetap dicermati. Demikian kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng di sela buka puasa bersama Kabinet Indonesia Bersatu dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/10/2007).

05/10/2007 23:48
Sumber: Detik.com, 4 Oktober 2007

Tingkat Kepuasan pada SBY - JK Jatuh di Titik Terendah

Pemerintahan di bawah pimpinan SBY-JK sudah menjelang tiga tahun. Namun terjadi perubahan public mood atau persepsi publik yang sangat signifikan. Pada saat dilantik Oktober 2004, pasangan ini memperoleh tingkat kepuasan publik di atas 80%, namun menjelang 3 tahun (September 2007), tingkat kepuasan jatuh hingga 35,3%, merosot sekitar 45%. "Banyak publik yang mulai mencari figur baru untuk presiden 2009. Hanya di bawah 30% pemilih yang menginginkan SBY kembali menjadi presiden," kata Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2007).

05/10/2007 23:43
Sumber: Okezone.com, 4 Oktober 2007

Popularitas SBY Merosot

Popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merosot pada titik terendah. Hal itu disebabkan karena dalam waktu hampir tiga tahun, tingkat kepuasan atas pemerintahan SBY merosot sekitar 45 persen. Bahkan itu merupakan titik terendah sejak 2004. Hal tersebut merupakan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Survei tersebut dilakukan tanggal 9-14 September 2007, pada 33 provinsi di seluruh Indonesia.

05/10/2007 23:40
Sumber: Metro TV, 4 Oktober 2007

Popularitas SBY Anjlok

Popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merosot drastis sejak Maret hingga September 2007. Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terhadap 1.200 responden yang disampaikan Kamis (4/10). Menurut Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, 58 persen responden menyatakan ketidakpuasan atas kinerja Presiden SBY. Pada saat yang sama, sebanyak 46,4 persen responden mengatakan akan memilih calon lain pada Pemilihan Presiden 2009. Popularitas SBY diperkirakan akan mengulangi siklus mantan Presiden Megawati Sukarnoputri yang awalnya dipuja, tetapi akhirnya disingkirkan. Dalam survei ini, publik menginginkan figur yang kontras dengan karakter Presiden SBY yang tidak tegas. Keinginan tersebut sama persis dengan kondisi menjelang Pilpres 2004 saat publik menginginkan figur yang kontras dengan Megawati yang jarang bicara.

05/10/2007 23:35
Sumber: Antara New.com, 5 Oktober 2007

Publik Mulai Cari Sosok Pemimpin Baru

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan menjelang tiga tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sejak tahun 2004, publik mulai mencari sosok pemimpin baru. "Menjelang tiga tahun sejak SBY-JK dilantik, terjadi perubahan 'public mood' atau persepsi publik yang sangat signifikan," kata Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, di Jakarta, Kamis. Ia menuturkan ketika dilantik pada Oktober 2004, Presiden Yudhoyono memperoleh tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi atau di atas 80 persen. Sedangkan pada September 2007, tingkat kepuasan itu jatuh pada titik terendah, yaitu 35,3 persen.

05/10/2007 23:32
Sumber: Seputar Indonesia, 5 Oktober 2007

SBY: Saya Bisa Maju,Bisa Tidak

Hasil survei nasional Lingkaran Survei Nasional (LSI) menunjukkan, popularitas Presiden SBY menjelang tiga tahun pemerintahannya merosot. Hal itu ditunjukkan dengan sebanyak 58,4% responden menyatakan tidak puas atas kinerja pemerintahan SBY,sementara 35,3% di antaranya menyatakan puas. Angka 58,4% ini adalah titik terendah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY dari berbagai survei yang dilakukan sejak 2004. Survei LSI tersebut dilakukan pada 9–14 September 2007 di 33 provinsi di seluruh Indonesia.Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan teknik wawancara tatap muka. Metodologi yang digunakan multi-stage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9%.

05/10/2007 23:25
Sumber: Kompas, 24 Juli 2007

Demokrasi di Pundak Pemantau

Selain pemantau yang terdaftar resmi di KPU daerah, sejumlah lembaga riset juga akan melakukan aktivitas pemantauan dan penelitian. Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang berpengalaman terlibat dalam pemantauan di puluhan pilkada di seluruh Indonesia, juga akan terlibat memantau pilkada DKI Jakarta. LSI akan melakukan quick count, exit poll, dan survei pemilih terdaftar yang tidak memberikan hak suaranya (tidak datang mencoblos ke TPS) untuk mengetahui alasan tidak datang ke TPS.

10/08/2007 13:40
Sumber: Kompas, 8 Agustus 2007

Golput Akibat Sistem Adminsitrasi Yang Buruk

Mayoritas warga Jakarta berkeinginan untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada, Rabu (8/8) ini. Namun, buruknya sistem administrasi pemilih membuat potensi golongan putih atau golput dalam pilkada cukup besar. Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) selama masa tenang yang diumumkan di Jakarta, Selasa, menyebutkan, 92,7 persen responden akan datang ke tempat pemungutan suara untuk mencoblos. Adapun 88,4 persen responden menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju jika ada upaya seseorang atau kelompok tertentu yang mengajak warga untuk tak ikut memilih. "Jika diukur dari motif, mayoritas warga Jakarta ingin menggunakan hak pilihnya," kata Direktur Eksekutif LSI Denny JA.

10/08/2007 13:35