Buku Direktur Eksekutif
Manuver Elit, Konflik, dan Konservatisme Politik
(LKIS, 2006)
JIKA reformasi diibaratkan dengan sebuah buku, Tahun 2002 boleh disebut sebagai awal Bab Kedua, atau ibarat sebuah pertandingan, ia adalah babak keduanya. Pemerintahan Habibie dianggap sekadar sebuah kata pengantar bagi buku bernama reformasi. Bab pertamanya adalah periode singkat pemerintahan Gus Dur yang kemudian berakhir pada pertengahan 2001. Naiknya Megawati yang menggantikan Gus Dur menandai periode babak Kedua. Artikel-artikel yang disatukan dalam buku ini merupakan respons, rekaman, dan untuk sebagian merupakan sumbang-saran dari penulisnya terhadap sebagian tantangan yang dihadapi di tahun pertama babak kedua reformasi tersebut. Buku ini adalah kumpulan artikel yang membahas sebagian dari tantangan reformasi Indonesia di babak kedua itu, yang secara khusus dimuat setiap hari Selasa di Koran Tempo.
Jalan Panjang Reformasi
(Sinar Harapan, 2006)
Buku ini memuat tulisan Denny J.A yang dimuat di harian Sore Suara Pembaruan. Penulis merekam, merefleksikan dan membagi perspektif atas aneka isu dan peristiwa politik semenjak naiknya Megawati sebagai presiden menggantikan Gus Dur, hingga tahun pertama pasangan SBY-Kalla. Dalam periode empat tahun itu, muncul setidaknya 105 artikel yang sebagian besarnya disertakan dalam buku yang kini tengah Anda pegang. Mencatat peristiwa selama itu, buku ini layak disebut sebagai satu dokumentasi isu dan peristiwa politik penting yang memberi warna dan bentuk pada reformasi Indonesia.
Election Watch: Meretas Jalan Demokrasi
(Sinar Harapan-Metro TV, 2006)
Buku ini bercerita tentang kisah sukses maupun kisah gagal --atau setidak-tidaknya kisah sukses yang tertunda-- gerakan reformasi di Indonesia. Dengan komprehensif dan menarik, buku ini mencatat perkembangan demi perkembangan, perdebatan demi perdebatan dan komplikasi masalah dalam perjalanan reformasi di Indonesia. Buku ini berisi kumpulan talkshow Ԑarliament WatchԠpada periode 8 Agustus 2002 hingga 18 Desember 2003. Acara yang hadir setiap Kamis malam di layar Metro TV ini diasuh Denny J.A.
Parliament Watch : Eksperimen Demokasi, Dilema Indonesia
(Sinar Harapan-Metro TV, 2006)
Buku ini bercerita tentang kisah sukses maupun kisah gagal --atau setidak-tidaknya kisah sukses yang tertunda-- gerakan reformasi di Indonesia. Dengan komprehensif dan menarik, buku ini mencatat perkembangan demi perkembangan, perdebatan demi perdebatan dan komplikasi masalah dalam perjalanan reformasi di Indonesia. Buku ini berisi kumpulan talkshow Ԑarliament WatchԠpada periode 8 Agustus 2002 hingga 18 Desember 2003. Acara yang hadir setiap Kamis malam di layar Metro TV ini diasuh Denny J.A.
Dissertation: Democratization From Below, Protest Events and Regime Change in Indonesia 1997-1998
(Sinar Harapan, 2006)
The transition from authoritarian rule in Indonesia is not initiated by a division within the elite (hardliners versus soft-liners). In Indonesia, the elite did not initiate the reform; they only responded later. The masses, the non-elite actors, initiated the reform. Economic crisis (deprivation theory) is Ԯecessary but not sufficientԠto explain them. Availability of resources and the role of political entrepreneurs (resource mobilization theory) also played a critical role in mobilizing the protest events. Support of influential elites and the negative policies of the incumbent government at the time of the crisis (political opportunity structure theory) contributed to the magnitude and the power of those protest events. However, protest events not only accelerated political reform, they also spread hatred and bloody societal conflict based on religion, race and ethnicity.
Gerakan Mahasiswa dan Politik Kaum Muda Era 80-an (LKIS, 2006)
Buku ini pertama kali terbit 16 tahun yang lalu, tepatnya Oktober 1990. Buku ini diterbitkan kembali sebagai sebentuk dokumen pemikiran dan rekaman situasi tentang gerakan mahasiswa yang hari-hari iniسetelah 16 tahun kemudianشetap mengambil peran yang penting. Buku ini memuat tulisan Denny JA mengenai gerakan mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Harian Kompas. Sisanya dari Prisma edisi bahasa Inggris, Harian Media Indonesia, Majalah Jakarta-Jakarta dan Harian Terbit.
Memperkuat Pilar Kelima (LKIS, 2006)
Sebuah negara demokrasi yang kuat tidak hanya memerlukan partai politik yang kuat. Demokrasi juga membutuhkan lembaga jajak pendapat yang kredibel. Jajak pendapat merupakan salah satu penemuan terpenting di dunia kebijakan publik. Melalui jajak pendapat, hanya dengan menggunakan seribu atau dua ribu responden, kita dapat mengetahui persepsi, aspirasi, harapan atau ketakutan dua ratus juta penduduk satu negara. Jika dilakukan dengan metodologi yang benar, jajak pendapat memang dapat menggambarkan realitas. Lebih dari itu, bahkan ia dapat meramalkan hasil pemilu secara akurat. Buku ini membawa pesan tersebut melalui analisis praktek jajak pendapat yang marak selama Pemilu 2004.
Partai Politik Pun Berguguran ( LKIS, 2006)
Buku ini memuat tulisan Denny J.A yang dimuat di harian Republika. Sebagian tulisan yang dipublikasikan di harian Republika dikumpulkan dalam buku ini. Aneka manuver dan wacana yang berkembang berkaitan dengan pemilu legislatif, presiden, dan resolusi masalah Aceh menjadi perhatian utama artikel-artikel tersebut. Selain memberi perhatian pada tiga isu utama tersebut, penulis juga membahas kinerja kelembagaan, baik pemerintahan maupun DPR.
Para Politisi dan Lagunya (LKIS, 2006)
Buku ini adalah kumpulan kolom reguler pada harian Rakyat Merdeka dalam rubrik Hot Politics setiap hari Senin dan pada harian Seputar Indonesia (Sindo) dalam rubrik Catatan Politik Minggu Ini setiap hari Kamis. Artikel-artikel ini kemudian dibukukan dengan judul Politisi dan Lagunya. Judul ini diambil dari dari salah satu judul kolom penulis di rubrik Hot Politics Rakyat Merdeka. Judul dan deskripsi dalam tulisan itu menggambarkan secara pas situasi politik Indonesia tahun pertama setelah pemilu, yang kembali diwarnai oleh manuver kepentingan elit.
Membangun Demokrasi Sehari-Hari (LKIS, 2006)
Buku ini diangkat dari rangkaian artikel yang ditulis Denny J.A. di halaman opini harian Media Indonesia sejak 2002 hingga 2004. Artikel-artikel ini adalah respons intelektual atas peristiwa atau debat politik yang berlangsung dari hari ke hari dalam kehidupan politik negeri ini. Melalui peristiwa-peristiwa ini proyek besar demokrasi Indonesia dikerjakan, dan melalui tulisan-tulisan ini pula penulis ikut membangun, merawat dan menjaga bangunan demokrasi itu. Itulah spirit yang memotivasi penulis untuk menyumbang banyak ide melalui tulisan.
