Berita
Volunter LSI Disandera
Sumber: Kompas, 29 Juni 2008
29/06/2008 22:22Sebanyak 138 volunter Lingkaran Survei Indonesia atau LSI disandera di atas Kapal Motor Santa Maria, Sabtu (28/6) pagi, oleh warga Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Para volunter akan melakukan penghitungan cepat dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sitaro hari Senin besok.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyanderaan berlangsung saat KM Santa Maria yang membawa rombongan volunter LSI dari Manado bersandar di Dermaga Siau, di ibu kota Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Kabupaten Sitaro) pada pukul 06.30.
Saat kapal merapat di dermaga, massa yang mengenakan kostum dan atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu bergegas naik kapal dan melarang para volunter LSI turun ke dermaga.
Sejumlah volunter LSI yang sempat turun langsung disuruh naik kembali ke kapal kemudian dilarang melakukan aktivitas. ”Kalau turun dari kapal, artinya kalian cari gara-gara. Risiko tanggung sendiri,” kata Baso Afandi, dari Divisi Komunikasi LSI, yang mengutip pernyataan seseorang yang mengenakan jaket berlambang PDI-P.
Selama hampir delapan jam, mulai pukul 06.30 Wita, para volunter LSI disekap di atas kapal. Mereka tidak diperkenankan turun dari kapal hingga kembali ke Manado, Sabtu malam.
Menurut Baso Afandi, dalam peristiwa itu seorang anggota LSI sempat dipukul oleh massa. Kemudian seorang wanita volunter pingsan karena shock atas penyanderaan tersebut.
”Selama delapan jam di atas kapal mereka hanya diberi minum tanpa makan sejak pagi hari,” katanya.
Baso menduga, penyanderaan tersebut merupakan wujud sikap apriori masyarakat terhadap kehadiran LSI dalam pilkada. Atas penyanderaan itu, LSI akhirnya urung melaksanakan penghitungan cepat (quick count) pada pilkada di Kabupaten Sitaro.
Penolakan warga
Ketua DPD PDI-P Sulut Freddy Sualang mengakui adanya penolakan massa PDI-P terhadap kehadiran orang-orang luar daerah terkait pelaksanaan pilkada. Itu merupakan buntut kejadian beberapa hari sebelumnya.
Menurut Sualang, pekan lalu, massa PDI-P Kabupaten Sitaro menangkap 48 orang luar yang turun melakukan survei di masyarakat kemudian menjanjikan hadiah apabila memilih calon bupati dari partai Golkar. ”Masyarakat tidak senang atas hadirnya orang luar. Mereka menginginkan pilkada berlangsung jujur tanpa iming-iming sesuatu,” katanya.
Sualang menambahkan, sejumlah orang luar Sitaro yang turun di rumah-rumah penduduk diduga membagi-bagikan beras dan uang kepada warga.
Pilkada Kabupaten Sitaro, yang dijadwalkan berlangsung Senin besok, diikuti dua pasang calon. Calon pertama diusung Partai Golkar, yaitu Martinus Manoy (mantan Kejati Sulut) berpasangan dengan Denny Tindas (Ketua DPRD Sitaro). Calon lainnya adalah usungan PDI-P, yaitu Tonny Supit (pengusaha) dan Piet Kuerah.
