Kajian Bulanan
Kajian Bulanan Edisi Maret 2008
Kampanye Negatif Dalam Pilkada
01/04/2008 14:03
Pilkada di sejumlah wilayah ditandai dengan kampanye negatif (negative campaign) oleh kandidat. Masing-masing kandidat bukan hanya menonjolkan diri sendiri tetapi juga membuat citra negatif kandidat lawan. Kampanye negatif ini ada yang dilakukan secara terang terangan lewat kampanye terbuka, tetapi ada juga yang dilakukan secara tersembunyi ––– misalnya lewat selebaran atau percakapan dari mulut ke mulut. Tulisan ini akan menyoroti secara singkat sejauh mana dampak dari kampanye negatif itu bagi pemilih. Penulis mengambil tiga kasus Pilkada yang diwarnai dengan beragam kampanye negatif ––– masing-masing Pilkada di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara. Tulisan pertama kali akan menyoroti sejauh mana kampanye negatif itu diketahui oleh pemilih pada umumnya. Bagaimana pemilih melihat informasi negatif mengenai kandidat itu, apakah mereka percaya atau tidak dengan informasi negatif mengenai kandidat. Apakah informasi negatif itu mempengaruhi pilihan mereka terhadap kandidat.
Pilkada di Provinsi Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Sulawesi Selatan menunjukkan informasi negatif mengenai calon (misalnya dugaan korupsi, penghinaan agama, sejarah masa lalu dan sebagainya) sangat menentukan preferensi pemilih pada calon. Mereka yang percaya dengan informasi negatif mengenai calon, cenderung untuk tidak memilih calon tersebut dalam Pilkada. Sebaliknya mereka yang tidak mempercayai informasi negatif itu, cenderung untuk tetap memilih calon. Data ini menunjukkan gambaran pemilih kita yang pasif, statis dan tidak rasional ––– tidak selamanya benar. Pemilih ternyata memeriksa isu-su yang ada di seputar kandidat. Kepercayaan mereka terhadap isu-isu itu sedikit banyak menentukan kandidat yang akan dipilih. Akan tetapi, besar kecilnya dampak dari informasi negatif calon itu sangat ditentuan oleh seberapa banyak orang yang tahu (pernah mendengar) mengenai informasi negatif. Jika informasi negatif mengenai calon itu hanya dikenal oleh sedikit pemilih, informasi itu hanya informasi elitis yang juga hanya berdampak pda sedikit pemilih saja.
Isi Kajian Bulanan Edisi ini:
Kampanye Negatif Dalam Pilkada
Sejauh mana dampak kampanye negatif (negative campaign) bagi pemilih. Bagaimana pemilih melihat kampanye negatif mengenai kandidat. Apakah informasi negatif ini mempengaruhi pilihan mereka terhadap kandidat yang bertarung dalam Pilkada.
Studi dan Perkembangan Kampanye Negatif Di Sejumlah Negara
Bagaimana kampanye negatif dilakukan dan dipahami di beberapa negara demokrasi. Bagaimana trend an pola kampanye negatif di sejumlah negara. Beberapa kajian yang berkembang dalam ilmu komunikasi politik selama ini nampak hanya sebatas melakukan analisis terhadap strategi dan taktik kampanye—baik dalam Pilkada maupun Pemilu Presiden. Kampanye politik cenderung hanya dilihat sebagai salah satu instrument dalam kontestasi politik. Sedangkan studi yang fokus pada pembahasan kampanye negatif masih cenderung absen dalam bidang kajian ilmu politik maupun ilmu komunikasi politik.
Download file:

